~~AKU TERJAGA LAGI~~

Aku terjaga lagi...!
di subuh begini TEMAN...aku tak dapat lagi melelapkan mata...
tak tau kenapa...ada sesuatu yang masih �semak� di fikiran
lalu aku melarik jari jemari ini
untuk menyambung kembali luahan hati yang terhenti tadi...
taman singgahsanaku habis diserang gerhana
tetap membawa hati ini luka tercalar...
juga membawa rindu ini yang sarat di jawa...
itu yang paling menyakitkan...
terkurung dalam kesakitan ini...
aku tak bisa pergi sejauh mungkin
terantai sendiri dalam mengenang
segala janji yang pernah menemani
betapa kini kata-kata yang tidak berharga lagi...!
puisi atau bait-bait kata yang kukarang sebelum ini
sesungguh...tak pernah menjadi teman sebenarnya...
kerna kukira diri ini bukan pujangga
apatah lagi pandai bermain dengan kata-kata
tapi sekadar meluahkan sedikit perasaanku
pada skrin putih yang tak akan mengerti
pada luka hati yang telah aku miliki
aku yang hilang sendiri dalam kesakitan yang diberi
betapa pedihnya menanggung luka hati
lebih menyakitkan rindu yang kubawa ini
tidak kutahu hendak kucampakkan ke mana
semuanya tidak bererti lagi...
ia semakin melempah..!
aku lemas...
di hanyutkan oleh selautan perasaan...
luka hati yang lebih tercalar...
lebih menyiksakan ruang hati ini
yang berterusan berdarah
bisakah kukarang rindu ini menjadi dendam
demi sebuah hati yang telah dipermainkan...
dalam mengharap ikatan ke taman singgahsana
namun...semuanya telah menjadi kata dusta
bila sorotan mata menyaksikan sendiri
kasih sayang tidak berharga lagi...!
berpilin-pilin kesedihan ini masih kubawa...
tidak kutahu hendak meleraikannya bagaimana
tetap menjadi teman pada hati yang terhiris luka
sekali lagi aku buntu...
bilakah semua ini akan usai di telan waktu
menanti saat itu...semakin sarat rasa rindu
lebih lagi tak mampu memadam kenangan
yang sesekali tetap datang bertamu...
buat yang kesekian kali...
aku jadi bingung lagi
kenapa rindu ini masih memenuhi seluruh ruang perasaan
tak ingatkah pada sebuah hati yang telah dipermainkan?
TEMAN...kau menitipkan namaku di sini sebagai lobak...
betapa jangalnya aku membacanya syam...
tapi itu dah janji kita kan...
sebenarnya tak biasa kau memanggil begitu
tapi di sini ia tetap menjadi namaku
biarpun bukan nama sebenarku yang kau panggil �di situ...�
No comments:
Post a Comment