Wednesday, 18 January 2012

~~UJIAN BUAT KU~~

 ~~UJIAN UNTOK KU~~

Ya Allah ya tuhanku,
Tidakku nafikan bahawa Engkaulah yang maha kuasa,
Tidakku nafikan Engkaulah yang menciptakan langit dan alam semesta,
Dan tidak juga ku nafikan Engkaulah yang maha esa..

Ya Allah ya tuhanku,
Engkaulah yang maha pencipta,
Engkaulah yang menentukan qada qadar manusia,
Engkau lebih mengetahui apa yang ku tidak tahu,
Dan tetapku beriman dengan segala ketentuanMu

Allahumma Rabbi,
Apakah diriku ini insan yang terhina,
Apakah diriku ini insan yang alpa,
Apakah diriku ini insan yang telah termaktub namanya di pintu neraka.
Namun tidak sanggupku untuk,
Ke nerakaMu Ya rahman.

Memang ternyata diriku hambaMu yang lemah,
Terpesong kearah jalan yang penuh berdosa,
Kegelapan yang tidak ada walaupun secebis cahaya,
Setiap langkah hanya menyungkurku semata-mata.

Namun tidak ku berhenti berusaha,
Mencari sinaran bak mutiara,
Di taman yang berduri,
Serta penuh dengan haiwan berbisa,

Ku bersyukur padaMu Ya Rahman,
Ku temui sinar yang berkilau,
Terpancar ke wajah dan qalbuku,
Yang lama membuta di alam kegelapan.

Walaupun hanya secebis cahaya,
Ianya mampu mengubah langkahku,
Dari merangkak ke berdiri,
Dari berdiri ke berjalan,
Dari berjalan ke berlari kepadaMu..

Namun,
Ku diuji kembali,
Cahaya yang datang kian pergi,
Apakah kerna dosaku Ya Rahman,
Apakah kerna lekaku lagi Ya Rahim..
Terbuktilah diriku hambaMu yang lemah.

Ku berdoa padaMu Ya Allah,
Moga dikurniakan kekuatan dan kesabaran,
Agar redha dengan segala ujian,
Menempuh dengan segala ilmuan,
Ku akur dengan ketentuanMu,
Ku percaya ada hikmah yang akan berlaku,
Menguji keimanan di dada ku,
Sesungguhnya engkau sentiasa disisiku..

Semoga ujian ini mengajarku,
Bahawa teman ini sekadar membantu,
Untuk mencari hidayah dan keredhan dariMu,
Dan mengajar erti pautan hanyalah padaMu.

Wallahu`alam..

Friday, 4 November 2011

Anggaplah ini satu tarbiyah bagimu
Berlapang dada walau pada sesiapa
Mereka tidak pernah cuba menderamu, mencaci-makimu,
Menghalang HALANG jalanmu
Walhal Rasul dahulu dan para sahabat
Lebih berat
Berat amat
Alhamdulillah
Syukur dengan apa yang ada
Moga mendapat barakah daripada apa yang disabarkan
Mungkin kita berasa ini buruk untuk kita
Tapi hanya Allah yang tahu baik buruk seseorang
Maka anggaplah ini sebagai Tarbiyah Indirect Kendiri Allah

Kadang KADANG hati ini memberontak
Ada pasang surutnya
Bila beban bertimbun
Keselesaan  TIDAK tercapai
Ketenangan diragut
Hati mula resah
Pada satu tahap
Akan cuba memberontak
Inilah lumrah manusia
Namun atas keimanan yang dimiliki
Keberontakan itu bukanlah hanya dibiarkan
Bara yang cuba dipadam dengan api hanya akan menambah bara
Pujuklah hati itu
Bujuk dengan sentuhan bayu rahmat
Sabarlah wahai hati
Ingatlah bahawa sabar itu nikmat
Nikmat yang datang kemudian hari
Mungkin di dunia, mungkin di sana

Dan berdoalah
Kerana yang memegang hati ini
Dialah Rabbul Jalil
Doalah agar dikurangkan goncangan hati
Kerana hati ini diciptakan bergoncang-goncang

Saturday, 10 September 2011

~~AKU TERJAGA LAGI~~

Aku terjaga lagi...!
di subuh begini TEMAN...aku tak dapat lagi melelapkan mata...
tak tau kenapa...ada sesuatu yang masih �semak� di fikiran
lalu aku melarik jari jemari ini
untuk menyambung kembali luahan hati yang terhenti tadi...

taman singgahsanaku habis diserang gerhana
tetap membawa hati ini luka tercalar...
juga membawa rindu ini yang sarat di jawa...
itu yang paling menyakitkan...
terkurung dalam kesakitan ini...
aku tak bisa pergi sejauh mungkin
terantai sendiri dalam mengenang
segala janji yang pernah menemani
betapa kini kata-kata yang tidak berharga lagi...!

puisi atau bait-bait kata yang kukarang sebelum ini
sesungguh...tak pernah menjadi teman sebenarnya...
kerna kukira diri ini bukan pujangga
apatah lagi pandai bermain dengan kata-kata
tapi sekadar meluahkan sedikit perasaanku
pada skrin putih yang tak akan mengerti
pada luka hati yang telah aku miliki
aku yang hilang sendiri dalam kesakitan yang diberi
betapa pedihnya menanggung luka hati
lebih menyakitkan rindu yang kubawa ini
tidak kutahu hendak kucampakkan ke mana
semuanya tidak bererti lagi...
ia semakin melempah..!
aku lemas...
di hanyutkan oleh selautan perasaan...

luka hati yang lebih tercalar...
lebih menyiksakan ruang hati ini
yang berterusan berdarah
bisakah kukarang rindu ini menjadi dendam
demi sebuah hati yang telah dipermainkan...
dalam mengharap ikatan ke taman singgahsana
namun...semuanya telah menjadi kata dusta
bila sorotan mata menyaksikan sendiri
kasih sayang tidak berharga lagi...!

berpilin-pilin kesedihan ini masih kubawa...
tidak kutahu hendak meleraikannya bagaimana
tetap menjadi teman pada hati yang terhiris luka
sekali lagi aku buntu...
bilakah semua ini akan usai di telan waktu
menanti saat itu...semakin sarat rasa rindu
lebih lagi tak mampu memadam kenangan
yang sesekali tetap datang bertamu...
buat yang kesekian kali...
aku jadi bingung lagi
kenapa rindu ini masih memenuhi seluruh ruang perasaan
tak ingatkah pada sebuah hati yang telah dipermainkan?


TEMAN...kau menitipkan namaku di sini sebagai lobak...
betapa jangalnya aku membacanya syam...
tapi itu dah janji kita kan...
sebenarnya tak biasa kau memanggil begitu
tapi di sini ia tetap menjadi namaku
biarpun bukan nama sebenarku yang kau panggil �di situ...�

~~HAMBA~~

**HAMBA**

Sungguh aku hamba yang kadang kala pelupa, selalu lalai, seringkali bertangguh.. walhal seorang hamba tidak selayaknya begitu. Betapa nikmat yang diberi bagai tiada takungan yang mampu menadahnya, bak kata pepatah 'kecil tapak tangan nyiru ditadahkan'.. namun kebajikan yang Tuhan-ku beri lebih dari itu, confirm2 tak muat nyiru(bahasa kelantan;bade-untuk menampi), lebih dari luasnya bumi yang kupijak.. sungguh setiap denyut nadiku dipenuhi nikmat dan rahmat.. namun sedikit sekali syukurku, ringan sekali amalanku, bahkan lalainya aku untuk kembali mengingat statusku.. aku hamba, yang sepatutnya bertungkus lumus berkhidmat untuk Tuhan-ku, seharusnya sentiasa menunjukkan ketaatan yang tiada tolak bandingnya. Bahkan aku wajib menyampaikan amanah Tuhan-ku..... ALLAHUMMA A-INNI A'LA ZIKRIKA WASYUKRIKA WAHUSNI I'BADATIK... aku HAMBA ALLAH
.

Monday, 5 September 2011

~~KU SIMPUHKAN RINDU INI~~

Ya Allah...
Jika mereka mengetahui betapa rindunya aku pada diriMu...
Nescaya dipenggal leherku ini...

kerana cemburu...

Sesungguhnya...
Aku masih menunggu...
Kehadiran kekasihMu...
Di dalam mimpiku...
Agar dapat dijadikan dirinya perantara...
Buat diriku dan diriMu...

Sungguh indah ucapan salamnya...
Menerjah ke dalam qalbu...
Sehinggakan terukir senyuman di bibirku...
Berkekalan hingga fajar membangkitkanku...

Ini hanyalah anganku...
Kadangkala berlebih-lebihan...
Tidak menentu...
Jauh sekali dari amalku...

Ketika manusia sibuk bermunajat kepadaMU...
Di tengah malam kesejukan...
Menyatakan rasa cinta kepadaMU...
Aku memilih untuk menutup mataku...

Ketika basah lidah mereka menyebut namaMu...
Fikiranku terbayang-bayang siapakah dia bakal suri hidupku...

Ketika gementar jiwa mereka mendengar ayatMu dibacakan...
Mengulangi dengan penuh khusyu'...
Tidak jemu-jemu...
Ingatanku makin pudar terhadap amanah hafalan yang pernah dianugerahkan...

Ketika mereka mengharapkan pertemuan denganMu...
Aku pula berharap agar ditangguhkan sedikit waktu untukku...


Siapa aku di sisimu Ya Allah?
Pengemis miskin yang meminta untuk dijadikan kaya?
Atau...
Si kaya yang lupa akan tanggungjawabnya?

KepadaMu aku memohon...
Berbekalkan dosa yang bertimbun...
Amalan yang tidak setimpal dengan rahmatMu...
Maksiat yang menggunung...
Hebat aku di mata manusia...
Tetapi hina di pandanganMu...
Lembutkanlah jiwaku...
Ya Latiff...
Sesungguhnya aku amat mencintaiMu...


Jadikanlah rinduku ini...
Disulam dengan bukti yang tersimpan rapi di dalam pengetahuanMu...
Hanya kepadaMu...

Tempat ku menyimpuh rindu....
~~ILHAM KU  ~~
Tak seperti bintang di langit
Tak seperti indahnya pelangi
Kerana diriku bukanlah mereka
Aku apa adanya

Dan wajahku memang begini
Sikapku jelas tak sempurna
Aku akui aku bukanlah mereka


Menjadi diriku
Dengan segala kekurangan
Menjadi diriku
Atas kelebihanku.......

Terimalah aku
Seperti apa adanya
Aku hanya insan biasa
Aku pun tak sempurna

Tetap aku bangga
Atas apa yang aku punya
Setiap waktu aku nikmati
Anugerah hidup yang aku miliki

Diri aku bukan siapa-siapa
Makluk Allah yang lemah
Kadang alpa dengan nikmat dunia
Itulah aku insan biasa

~~INDAH NYA CINTA~~





Kehidupan ini rasanya tak pernah dapat dilepaskan dari apa yang dinamakan ‘cinta’. Dengannya menjadi semarak dan indah dunia ini. Lihat saja, bagaimana seorang bapak begitu bersemangat dalam beraktivitas mencari nafkah, tak lain karena dorongan cintanya terhadap anak dan isterinya. Seorang yang lain pun begitu semangatnya menumpuk harta kekayaan, karena sebuah dorongan cinta terhadap harta benda, demikian pula mereka yang cinta kepada kedudukan, akan begitu semangat meraih cintanya.
Itu semua adalah beberapa contoh dari berjuta cinta yang ada. Meskipun kesan yang banyak dipahami orang tentang cinta, identik dengan apa yang terjadi antara seorang pemudi dan pemuda. Padahal cinta tak hanya sebatas itu saja.

Ternyata masalah cinta memang tidak sederhana. Ada cinta yang bernilai agung lagi utama, namun ada pula cinta yang haram dan tercela. Cinta sendiri kalau dilihat menurut islam, maka dapat dikategorikan menjadi tiga bentuk. Kita semestinya tahu tentang model cinta tersebut untuk kemudian mampu memilih mana cinta yang mesti kita lekatkan di hati, mana pula cinta yang mesti kita tinggalkan sejauh-jauhnya.

Cinta kepada Allah
Cinta model ini adalah cinta yang paling utama. Bahkan kata ulama kita, cinta kepada Allah adalah pokok dari iman dan tauhid seorang hamba. Karena memang Allah sajalah satu-satunya dzat yang patut diberikan rasa cinta.
Segala cinta, kalau kita buat peringkat maka nyatalah bahwa cinta kepada Allah adalah puncaknya. Ia adalah yang tertinggi, paling agung dan paling bermanfaat. Begitu bermanfaat cinta kepada Allah ini, sehingga tangga-tangga menuju kepadanya pun merupakan hal-hal yang bermanfaat pula. Diantaranya berupa taubat, sabar dan zuhud. Apabila cinta diibaratkan sebuah pohon maka ia pun akan menghasilkan buah-buah yang bermanfaat seperti rasa rindu dan ridha kepada Allah.

Mengapa kita mesti cinta kepada Allah ?
 Huh banyak sekali alasannnya. Diantaranya adalah karena Allah lah yang memberikan nikmat kepada kita, bahkan segala nikmat. Sedangkan hati seorang hamba tercipta untuk mencinta orang yang memberikan kebaikan kepadanya. Kalau demikian, sungguh sangat pantas apabila seorang hamba cinta kepada Allah, karena Dialah yang memberikan semua kebaikan kepada hamba.

“Dan apa-apa nikmat yang ada pada kalian , maka itu semua dari Allah”
(QS Al Baqarah : 165)


Seorang hamba di setiap pagi dan petang, siang dan malam selalu berdoa, memohon dan meminta pertolongan kepada Allah. Dari doa tersebut kemudian Allah memberikan jawaban, menghindarkan hamba dari bahaya, memenuhi kebutuhan hamba tadi. Keterikatan ini mendorong hati untuk mencinta kepada dzat tempat ia bermohon.

Setiap insan pun tak lepas dari dosa dan kesalahan, maka Allah selalu membuka pintu taubat kepada hamba tadi, bahkan Allah tetap memberikan rahmah meski hamba kadang tidak menyayangi dirinya sendiri. Kebaikan-kebaikan yang dibuat hamba, tak ada sesuatu pun yang mampu diharap untuk memberi balasan dan pahala kecuali Allah semata.

Terlebih lagi, Allah telah menciptakan hamba, dari sesuatu yang tak ada menjadi ada. Tumbuh, berkembang dengan rizki dari Allah Ta’ala. Maka ini menjadi alasan kenapa hamba semestinya cinta kepada Allah.

Cinta memang menuntut bukti. Tak hanya sekedar ucapan, seperti pepatah orang arab ’ ::)semua orang mengaku punya hubungan cinta dengan Laila namun si Laila tak pernah mengakuinya’. Dan wujud cinta ilahi dibuktikan dengan

“Katakanlah apabila kalian cinta kepada Allah maka ikutilah aku (Rasulullah) maka Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian” (QS Ali Imran : 31)

mengikuti sunah nabi dan juga berjihad di jalan Allah Ta’ala.

Cinta karena Allah / cinta di jalan Allah
Cinta karena Allah tentu saja mengikuti cinta yang pertama. Seperti dalam kehidupan, ketika kita cinta kepada seseorang maka apa yang dicintai oleh orang yang kita cinta pun kita sukai pula. Cinta karena Allah adalah cinta kepada ‘person’ yang dicinta Allah seperti para nabi, rasul para sahabat nabi dan orang-orang shalih. Cinta karena Allah jua berujud cinta kepada perbuatan shalih seperti shalat, puasa zakat, berbakti kepada orang tua, memuliakan tetangga, berakhlaq mulia, menuntut ilmu syar’i dan segala perbuatan baik yang lain. Dengan demikian, ketika seoarng muslim mencinta seseorang atau perbuatan maka ia punya sebuah barometer “apakah hadir pada perbuatan maupun orang tadi hal yang dicinta Allah”. Bagaimana kita tahu kalau suatu perbuatan dicinta Allah? Jawabnya adalah, apabila Allah perintahkan atau diperintahkan Rasulullah berupa hal yang wajib maupun yang sunnah(mustahab).
Cinta yang disyariatkan diantaranya adalah cinta kepada saudara seiman

“Tidak beriman salah seorang diantara kalian sampai mencintai saudaranya sesama muslim sebagaimana mencintai dirinya sendiri” (HR Bukhari dan Muslim)

Cinta ini bermanfaat bagi pelakunya sehingga mereka layak mendapatkan perlindungan Allah di hari tiada perlindungan kecuali perlindungan Allah saja.

Cinta bersama Allah
Kecintaan ketiga ini adalah cinta yang terlarang. Cinta bersama Allah berarti mencintai sesuatu selain Allah bersama kecintaan kepada Allah. Membagi cinta, adalah model cinta yang ketiga ini. Kecintaan ini hanyalah milik orang-orang musyrik yang mencintai sesembahan-sesembahan mereka bersama cinta kepada Allah. Seperti firman Allah:
“Dan diantara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan, yang mereka mencintai tandingan tadi sebagaimana mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat besar cinta mereka kepada Allah “
(QS Al Baqarah : 165)
Grin
Kecintaan ini bisa ditujukan kepada pohon, berhala, bintang, matahari, patung , malaikat, rasul dan para wali apabila kesemuanya dijadikan sesembahan selain Allah.

Terus bagaimana cinta kita kepada anak, harta, pakaian, 
 Grin;Dnikah dan kepada hal yang berhubungan dunia ? Cinta yang seperti ini adalah cinta yang disebut sebagai “cinta thabi’i” cinta yang sesuai dengan tabiat artinya wajar-wajar saja. Apabila mengikuti kecintaan kepada Allah, mendorong kepada ketaatan maka ia bermuatan ibadah. Sebaliknya bila mendorong kepada kemaksiatan maka ia adalah cinta yang tercela dan terlarang.